Langsung ke isi
Minggu, 8 November 2026 · Edisi NasionalRedaksi · Pedoman · Koreksi
BERITA. KONTEKS. PERSPEKTIF.
Teknologi

Keamanan Siber Perbankan Digempur 214 Ribu Aktivitas, Siapa yang Berjaga di Balik Layar?

Teknisi memantau layar di pusat operasi jaringan, ilustrasi kerja menjaga keamanan siber perbankan
Foto: Mike Reyher / Wikimedia Commons (CC BY 2.0)
Intinya dulu

Sektor perbankan, keuangan, dan asuransi menjadi sasaran terbesar aktivitas serangan siber yang terdeteksi menyasar Indonesia pada 7 November 2026. Di balik layanan bank yang tetap berjalan, pegawai TI dan tim keamanan siber bank adalah garis depan yang jarang terlihat publik.

Ceritanya

JAKARTA – Saat nasabah membuka aplikasi bank atau menarik uang di ATM, ada pertarungan yang tidak terlihat. Dashboard FortiGuard Labs per 7 November 2026 memperlihatkan sekitar 350.600 aktivitas serangan siber yang terdeteksi menyasar Indonesia. Sektor perbankan, keuangan, dan asuransi menjadi sasaran terbesar dengan sekitar 214 ribu aktivitas, disusul sektor pemerintahan dengan sekitar 79 ribu aktivitas, menurut laporan Industry.co.id.

Angka itu adalah data deteksi, bukan jumlah serangan yang berhasil. Menurut Industry.co.id, yang tercatat mencakup pemindaian celah keamanan, percobaan penerobosan, hingga trafik berbahaya yang diblokir sensor. Hingga laporan itu disusun, belum ada pernyataan resmi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) maupun Fortinet yang mengonfirmasi angka tersebut secara spesifik.

Tekanan siber dalam angka

Aktivitas terdeteksi
±350.600 (7/11/2026)
Sasaran perbankan, keuangan, asuransi
±214 ribu aktivitas
DDoS kuartal I 2026
naik 62%
DDoS bermotif finansial
±70%
Sumber: Industry.co.id (data FortiGuard Labs) dan TIMES Indonesia (data StormWall)

Apa kata publik

Data itu ramai dibahas di media sosial pada Sabtu (7/11/2026). Industry.co.id mencatat salah satu utas menyebut Indonesia menjadi sasaran setelah Jepang dan Malaysia, dan pengunggahnya menyampaikan dukungan kepada BSSN serta tim teknologi informasi perbankan agar tetap siaga.

Pesan inti yang sampai ke redaksi sejalan dengan suasana itu: pegawai TI di bank-bank Indonesia sedang berhadapan dengan para peretas. Data yang tersedia memang menunjukkan tekanan yang tinggi, walau besarnya keterlibatan setiap bank tidak dipublikasikan.

Fakta yang perlu diketahui

Tekanan ini bukan hal baru. Industry.co.id merangkum, BSSN mencatat sekitar 5,5 miliar serangan siber sepanjang 2025, walau ada pemberitaan yang mengutip angka 5,16 miliar anomali trafik untuk periode yang sama. Untuk 2026, BSSN disebut mencatat sekitar 1,52 miliar serangan, dengan rentang waktu pelaporan yang berbeda antarmedia.

Perusahaan keamanan siber StormWall mencatat serangan Distributed Denial of Service (DDoS) terhadap target di Indonesia melonjak 62 persen pada kuartal I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menurut TIMES Indonesia. Sekitar 70 persen serangan itu bermotif finansial, dan sekitar 41 persen di antaranya disertai permintaan tebusan, lebih tinggi dari rata-rata global di kisaran 30 persen.

Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 7 Sumatera Bagian Selatan di Palembang
Gedung OJK Regional 7 Sumatera Bagian Selatan di Palembang. Foto arsip 2022. Foto: Firzafp / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Kenapa tim TI bank jadi kunci

Pada Mei 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut Indonesia masuk sepuluh besar negara sasaran lalu lintas jaringan mencurigakan berdasarkan data BSSN. Menurut Deputi Komisioner Pengaturan, Perizinan, dan Pengendalian Kualitas OJK Deden Firman Hendarsyah, sektor keuangan menempati posisi kedua sebagai sektor dengan insiden siber terbanyak, menurut NTVNews yang mengutip Antara.

Deden juga mengingatkan bahwa ancaman tidak hanya datang dari luar. Faktor internal seperti teknologi informasi dan core banking yang sudah usang, standar keamanan yang belum diperbarui, hingga antivirus versi lama bisa menjadi pintu masuk.

“Percayalah, dari kasus-kasus yang kami temukan, mulai dari hal-hal kecil seperti itulah kemudian bersemayamnya seperti ransomware gitu ya, bersemayam di dalamnya (sistem) untuk beberapa lama, yang kemudian akhirnya menjadi serangan siber yang lebih besar,” ujar Deden, seperti dikutip NTVNews dari Antara.

Peran regulator

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan OJK mengawasi penerapan keamanan dan ketahanan digital perbankan lewat pengawasan off-site dan on-site, untuk menguji kesiapan bank menghadapi ancaman siber, menurut CNBC Indonesia (13/8/2026). Ia juga menyebut pelaku kejahatan siber kini diperkirakan bergerak berkelompok.

Untuk penanganan, OJK bersama kementerian dan lembaga, aparat penegak hukum, asosiasi industri, pelaku perbankan, dan penyedia jasa pembayaran membentuk Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), yang membantu pemblokiran rekening dan penyelamatan dana nasabah korban penipuan digital.

Yang belum diketahui

Yang belum diketahui: apakah ada sistem bank di Indonesia yang benar-benar berhasil ditembus dalam gelombang aktivitas yang terpantau pada 7 November 2026. Sampai artikel ini disusun, belum ada pernyataan resmi BSSN, OJK, maupun bank tertentu tentang hal itu, dan tidak ada data publik tentang jumlah pegawai TI dan keamanan siber yang bersiaga di bank-bank nasional.

Karena itu, angka deteksi sebaiknya dibaca sebagai gambaran besarnya tekanan, bukan bukti bahwa sistem perbankan telah dibobol.

Metode dan foto arsip

Metode: naskah ini berangkat dari pesan inti yang dikirim ke redaksi, lalu dilengkapi dengan laporan Industry.co.id tentang data FortiGuard Labs, laporan TIMES Indonesia tentang data StormWall, pernyataan pejabat OJK yang dimuat NTVNews (Antara) dan CNBC Indonesia, serta laporan Koran Jakarta tentang insiden bank di Prancis. Unggahan Instagram yang dikirim bersama bahan tidak dapat dibuka tanpa masuk akun, sehingga isinya tidak dikutip.

Foto adalah foto arsip berlisensi bebas dari Wikimedia Commons sebagai ilustrasi, bukan dokumentasi bank atau peristiwa tertentu. Jumlah pegawai TI perbankan yang terlibat tidak dipublikasikan dan tidak ditulis.

Transparansi artikel

Jejak sumber

Artikel ini merupakan kompilasi bahan dari tim dan sumber terbuka, bukan liputan lapangan atau wawancara langsung redaksi.

Panel ini tidak menyatakan bahwa sumber telah diperiksa ulang hari ini. Baca pedoman editorial dan koreksi.

Sumber: Industry.co.id, NTVNews (Antara), CNBC Indonesia, TIMES Indonesia, Koran Jakarta, Unggahan Instagram yang dikirim ke redaksi (tidak dapat dibuka tanpa akun).

Ada yang keliru di berita ini? Kirim koreksi ke redaksi. Kami memperbaiki dan mencatat setiap koreksi.