5 November 2026
Tentang OpinixPedoman editorial
Opinix

BERITA. KONTEKS. PERSPEKTIF.

Budaya · ARSIP BERITA

Daun Sirih dan Kepodang di Batik Pasuruan, Ada Cerita di Balik Motifnya

Pasedahan Suropati mengenalkan simbol daerah melalui rancangan kain.

Bagikan artikel
WhatsApp
Pilihan berbagi lainnya

Menu Aplikasi lain menampilkan aplikasi yang mendukung berbagi di perangkat Anda. Gunakan Salin link untuk menempelkan tautan ke aplikasi lainnya.

Proses membatik di Jawa, bukan dokumentasi motif Pasuruan. Ben Tubby / Wikimedia Commons, CC BY 2.0. Foto dipotong.
Proses membatik di Jawa, bukan dokumentasi motif Pasuruan. Ben Tubby / Wikimedia Commons, CC BY 2.0. Foto dipotong.

Jika semua batik hanya dilihat sebagai corak, identitas daerah mudah terlewat. “Pasedahan Suropati” dari Pasuruan menggunakan unsur daun sirih dan burung kepodang dalam cerita motifnya.

Konteks yang perlu diketahui

Laporan 2 Oktober 2026 menghubungkan perkembangan batik setempat dengan Kawung Tembokan pada 1950 dan Pasedahan pada 2003. Tahun-tahun tersebut memberi penanda dalam riwayat yang diceritakan sumber.

Bagi warga di luar Pasuruan, mengenal motif bisa menjadi langkah awal memahami warisan setempat. Pelestarian juga memerlukan orang yang mempelajari proses dan meneruskan keterampilannya.

Artinya bagi kita

Foto proses membatik yang menyertai artikel merupakan ilustrasi konteks kerajinan, bukan dokumentasi pembuat motif Pasuruan yang disebutkan.

Sumber & konteks

Naskah pertama kali diterbitkan 08/10/2026. Tanggal peristiwa atau sumber disebutkan di dalam tulisan. Sumber diperiksa kembali sebelum publikasi; bukan liputan lapangan Opinix. Foto arsip dipakai sebagai konteks, dengan kredit dan lisensi yang ditautkan.

Bahan jaringan: Rasa Nusa News · Kabar Rupa · Sela Kabar.

Baca konteks lainnya

Lihat semua