5 November 2026
Tentang OpinixPedoman editorial
Opinix

BERITA. KONTEKS. PERSPEKTIF.

Budaya · KONTEKS UNTUK WARGA

Batik Indonesia Diakui UNESCO, Apa yang Sebenarnya Diwariskan?

Keterampilan, makna, dan proses belajar berada di balik kain yang kita kenakan.

Bagikan artikel
WhatsApp
Pilihan berbagi lainnya

Menu Aplikasi lain menampilkan aplikasi yang mendukung berbagi di perangkat Anda. Gunakan Salin link untuk menempelkan tautan ke aplikasi lainnya.

Proses membatik di Jawa. Ben Tubby / Wikimedia Commons • CC BY 2.0. Tampilan foto dipotong.
Proses membatik di Jawa. Ben Tubby / Wikimedia Commons • CC BY 2.0. Tampilan foto dipotong.

Pengakuan UNESCO terhadap “Indonesian Batik” pada 2009 tidak hanya berbicara tentang motif yang indah. Pengetahuan, keterampilan, serta makna budaya yang menyertai prosesnya merupakan bagian warisan tersebut.

Konteks yang perlu diketahui

Keterampilan itu diteruskan melalui keluarga dan pembelajaran antargenerasi. Program pendidikan bersama Museum Batik di Pekalongan juga tercatat sebagai praktik pelindungan UNESCO.

Bagi warga yang baru mengenalnya, pertanyaan tentang siapa pembuat kain dan bagaimana prosesnya bisa menjadi awal. Pelestarian memerlukan orang yang masih dapat mengerjakan dan mengajarkan keterampilan tersebut.

Artinya bagi kita

Mengenakan batik membuka kesempatan untuk mengenali ceritanya, tanpa menganggap semua kain memiliki proses dan makna yang sama.

Sumber & konteks

Naskah pertama kali diterbitkan 08/10/2026. Tanggal peristiwa atau sumber disebutkan di dalam tulisan. Sumber diperiksa kembali sebelum publikasi; bukan liputan lapangan Opinix. Foto arsip dipakai sebagai konteks, dengan kredit dan lisensi yang ditautkan.

Bahan jaringan: Jelajah Warga.

Baca konteks lainnya

Lihat semua