5 November 2026
Tentang OpinixPedoman editorial
Opinix

BERITA. KONTEKS. PERSPEKTIF.

Politik · KONTEKS UNTUK WARGA

73 Persen Lowongan Luar Negeri Belum Terisi, Menteri P2MI Soroti Tiga Kesenjangan

Data yang disampaikan Mukhtarudin menunjukkan jarak antara lowongan terverifikasi dan penempatan. Banyaknya permintaan belum otomatis berarti semua pelamar siap berangkat.

Bagikan artikel
WhatsApp
Pilihan berbagi lainnya

Menu Aplikasi lain menampilkan aplikasi yang mendukung berbagi di perangkat Anda. Gunakan Salin link untuk menempelkan tautan ke aplikasi lainnya.

Foto arsip: pekerja migran Indonesia berkumpul di Victoria Park, Hong Kong, 12 Januari 2008. Foto: FlyingToaster/Wikimedia Commons, CC BY 3.0.
Foto arsip: pekerja migran Indonesia berkumpul di Victoria Park, Hong Kong, 12 Januari 2008. Foto: FlyingToaster/Wikimedia Commons, CC BY 3.0. Ukuran foto disesuaikan dan dikompresi.

BANDUNG — Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin menyebut lebih dari 73 persen lowongan kerja luar negeri yang tercatat dalam data kementeriannya belum terisi. Pernyataan itu disampaikan saat peresmian Migrant Center dan peninjauan program SMK Go Global di Universitas Teknologi Bandung, Jumat, 9 Oktober 2026, menurut laporan ANTARA.

Angka pembulatan dan tanggal data

Angka tersebut merujuk data per 4 Oktober 2026: terdapat lebih dari 287.000 lowongan berdasarkan SIP2MI yang telah diverifikasi perwakilan. Sekitar 75.000 lowongan, atau kurang lebih 26 persen, sudah terisi. Mukhtarudin menggambarkan porsi yang belum terisi mendekati 74 persen; persentase dalam keterangannya merupakan angka pembulatan.

Kesiapan pekerja menjadi perhatian

Ia menyoroti tiga kesenjangan: sertifikasi kompetensi teknis, kemampuan bahasa asing, dan kesiapan keterampilan calon pekerja. Dengan demikian, persoalannya tidak hanya berapa banyak posisi tersedia, tetapi juga kecocokan persyaratan pekerjaan dengan kemampuan pelamar.

Dalam keterangan yang sama, Mukhtarudin mengaitkan kebutuhan tenaga kerja di sejumlah negara dengan berkurangnya penduduk usia produktif. Program SMK Go Global disebut sebagai salah satu jalur pemerintah untuk mempercepat penyiapan pekerja terampil.

Apa artinya bagi calon pelamar?

Bagi pembaca yang mempertimbangkan bekerja di luar negeri, angka agregat itu perlu dibedakan dari daftar lowongan yang bisa langsung dilamar. Keterangan ini tidak merinci seluruh jabatan, negara penempatan, masa berlaku lowongan, biaya, maupun persyaratan masing-masing pemberi kerja.

Sebelum mengambil keputusan, calon pelamar perlu memperoleh rincian kontrak dan jalur penempatan resmi, lalu mencocokkannya dengan kompetensi serta kemampuan bahasa yang diminta. Statistik permintaan tenaga kerja belum merupakan jaminan diterima atau berangkat.

Sumber & konteks

Disusun dari keterangan Menteri P2MI yang dilaporkan ANTARA pada 9 Oktober 2026. Statistik mengacu data per 4 Oktober 2026. Tidak memuat janji penempatan dan bukan liputan lapangan.

Baca konteks lainnya

Lihat semua