Empat Angka Prabowo: 65,2%, 44,5%, 31,6%, dan 9,8%—Mengapa Tidak Bisa Disatukan?
PPI mencatat kepuasan terhadap Presiden 65,2% dan pilihan spontan 31,6%. SMRC melaporkan persetujuan 44,5% serta elektabilitas semi-terbuka 9,8%. Empat angka itu menjawab pertanyaan berbeda.
Pilihan berbagi lainnya

Empat angka tentang Presiden Prabowo Subianto muncul dalam pemberitaan survei pekan ini: 65,2 persen, 44,5 persen, 31,6 persen, dan 9,8 persen. Selisihnya lebar, tetapi keempatnya tidak menjawab pertanyaan yang sama. Angka pertama adalah kepuasan terhadap Presiden dalam survei Parameter Politik Indonesia atau PPI, angka kedua merupakan tingkat persetujuan dalam survei Saiful Mujani Research and Consulting atau SMRC, angka ketiga adalah pilihan spontan untuk calon presiden dalam survei PPI, sedangkan angka keempat adalah pilihan dalam simulasi semi-terbuka 24 nama versi SMRC.
65,2% mengukur kepuasan dalam survei PPI
ANTARA melaporkan pada 18 Oktober 2026 bahwa 65,2 persen responden PPI menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Prabowo. Dalam laporan yang sama, kepuasan terhadap kinerja pemerintah tercatat 65,4 persen dan terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka 49 persen. Karena objek penilaiannya berbeda, angka pemerintah, Presiden, dan Wakil Presiden tidak boleh ditukar.
44,5% adalah persetujuan versi SMRC
Dua hari sebelumnya, Reuters melaporkan hasil SMRC yang menempatkan tingkat persetujuan terhadap Prabowo pada 44,5 persen. Survei SMRC berlangsung 1–10 Oktober 2026 dengan 1.213 responden dan margin galat sekitar 2,9 poin persentase. Reuters juga memuat temuan bahwa separuh lebih responden menilai kondisi ekonomi buruk serta 43,1 persen menyebut keadaan ekonomi lebih buruk daripada setahun sebelumnya.
Selisih besar, tetapi penyebabnya belum terbuka
Perbedaan 20,7 poin antara kepuasan versi PPI dan persetujuan versi SMRC terlalu besar untuk dijelaskan hanya dengan margin galat masing-masing survei yang berada di bawah tiga poin. Namun, itu juga belum membuktikan salah satu lembaga keliru. Untuk menilai penyebab selisih secara pasti, pembaca membutuhkan teks pertanyaan lengkap, urutan pertanyaan, pilihan jawaban, pembobotan, penanganan responden yang tidak menjawab, dan rincian pelaksanaan sampel dari kedua lembaga. Seluruh rincian itu tidak tersedia dalam sumber yang dibuka Redaksi Opinix.
Tiga objek kepuasan dalam laporan PPI
- Pemerintah
- 65,4% puas Penilaian terhadap kinerja pemerintah secara keseluruhan.
- Presiden
- 65,2% puas Penilaian terhadap kinerja Presiden Prabowo.
- Wakil Presiden
- 49% puas Penilaian terhadap kinerja Wakil Presiden Gibran.
Waktu lapangan kedua survei saling beririsan. PPI melakukan wawancara tatap muka pada 26 September–6 Oktober 2026 terhadap 1.200 responden di 38 provinsi, memakai multistage random sampling dan melaporkan margin galat sekitar 2,83 persen. SMRC melakukan survei 1–10 Oktober 2026. Karena sebagian besar periodenya berimpitan, dua angka itu tidak aman dibaca sebagai perubahan dukungan dari 65,2 menjadi 44,5 persen dalam urutan waktu.
31,6% menjawab pilihan spontan calon presiden
Angka 31,6 persen menjawab pertanyaan yang lebih berbeda lagi. Detik dan Suara melaporkan hasil pertanyaan terbuka PPI mengenai pilihan calon presiden. Prabowo disebut spontan oleh 31,6 persen responden, disusul Dedi Mulyadi 11,4 persen dan Anies Baswedan 10,1 persen; 25,5 persen menjawab tidak tahu. Kepuasan atas kinerja pejabat petahana tidak otomatis berubah menjadi pilihan elektoral karena responden dapat puas terhadap kinerja, tetapi belum menentukan calon atau memilih tokoh lain.
Daftar calon mengubah konteks angka
Daftar nama juga dapat mengubah hasil pilihan calon. Suara melaporkan Prabowo memperoleh 34 persen dalam simulasi 17 nama, 40,5 persen dalam simulasi lima nama, dan 41,5 persen dalam simulasi tiga nama. Pergerakan itu tidak menunjukkan perubahan opini dalam beberapa menit, melainkan perubahan pilihan yang tersedia dalam pertanyaan. Karena itu, angka elektabilitas perlu selalu disertai bentuk pertanyaan dan daftar calon.
SMRC melaporkan 9,8% dalam simulasi 24 nama
Rilis resmi SMRC pada 17 Oktober menambahkan angka 9,8 persen. Angka itu berasal dari simulasi semi-terbuka dengan 24 nama: Dedi Mulyadi dilaporkan memperoleh 35,5 persen, Anies Baswedan 10,3 persen, Prabowo 9,8 persen, Gibran Rakabuming Raka 8,4 persen, dan 13,9 persen belum menentukan pilihan. Ini bukan angka persetujuan kinerja dan tidak dapat dikurangkan langsung dari 44,5 persen.
Apa yang dilaporkan SMRC
- Persetujuan
- 44,5% Tingkat persetujuan terhadap kinerja Presiden Prabowo.
- Kondisi ekonomi buruk
- 50,8% Penilaian responden terhadap kondisi ekonomi saat survei.
- Ekonomi memburuk
- 43,1% Membandingkan keadaan ekonomi dengan setahun sebelumnya.
SMRC menyebut surveinya mencakup 1.213 responden pada 1–10 Oktober 2026. Sebanyak 1.013 pemilik telepon genggam dipilih melalui double sampling dan diwawancarai melalui telepon, sedangkan 200 responden tanpa telepon genggam dipilih dengan stratified multistage random sampling dan diwawancarai tatap muka. Margin galat yang dilaporkan sekitar 2,9 poin persentase pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan asumsi simple random sampling.
31,6% dan 9,8% juga tidak dapat dikurangkan
Angka 31,6 persen dari pertanyaan terbuka PPI dan 9,8 persen dari daftar semi-terbuka SMRC juga tidak aman dibaca sebagai penurunan 21,8 poin. Selain lembaga, sampel, dan cara wawancara berbeda, bentuk pertanyaannya tidak sama: pertanyaan terbuka meminta responden menyebut nama secara spontan, sedangkan simulasi semi-terbuka menyediakan daftar 24 nama. Perbandingan yang lebih wajar harus memakai pertanyaan dan desain yang sebanding dari waktu ke waktu.
PPI: pilihan spontan dalam pertanyaan terbuka
- PPI
- 31,6% Pilihan spontan dalam pertanyaan terbuka.
- Belum menentukan
- 25,5% Responden yang menjawab tidak tahu.
SMRC: pilihan dari daftar semi-terbuka
- SMRC
- 9,8% Pilihan Prabowo dalam simulasi semi-terbuka 24 nama.
- Belum menentukan
- 13,9% Responden yang belum menentukan pilihan.
- Batas perbandingan
- Format berbeda Tidak dapat dibaca sebagai penurunan langsung 21,8 poin dari hasil PPI.
Satu kesimpulan yang masih dapat diambil secara hati-hati adalah proporsi dukungan elektoral berubah ketika format pertanyaan dan daftar nama berubah. Untuk penilaian kinerja, PPI dan SMRC menghasilkan angka berbeda pada periode yang hampir sama. Pembaca memerlukan kuesioner, tabel lengkap, pembobotan, dan rincian pelaksanaan sampel sebelum menyimpulkan penyebab jarak antarangka.
Foto yang menyertai artikel ini adalah potret resmi Prabowo tahun 2024 dari Kementerian Sekretariat Negara, bukan dokumentasi pelaksanaan survei. Wikimedia Commons menandainya sebagai domain publik berdasarkan ketentuan karya pemerintah Indonesia.
Lima pertanyaan sebelum membandingkan survei
Cara paling aman membaca survei adalah menanyakan lima hal sebelum membandingkan angka: siapa yang ditanya, kapan wawancara dilakukan, apa kalimat pertanyaannya, jawaban apa yang disediakan, dan berapa banyak yang belum menentukan pilihan. Tanpa lima keterangan itu, empat angka yang sama-sama faktual dapat menghasilkan kesimpulan yang menyesatkan ketika diperlakukan sebagai satu ukuran.
Survei PPI dan SMRC: empat ukuran tentang Prabowo
Mengapa angka kepuasan 65,2 persen, persetujuan 44,5 persen, pilihan spontan 31,6 persen, dan elektabilitas semi-terbuka 9,8 persen tidak dapat dibaca sebagai satu tren?
Kompilasi laporan ANTARA, Detik, Suara, Reuters, dan rilis resmi SMRC. Redaksi membandingkan nama ukuran, periode lapangan, ukuran sampel, cara wawancara, margin galat, dan format pertanyaan yang terlihat. Redaksi tidak memperoleh mikrodata, kuesioner lengkap, rincian pembobotan, penanganan nonrespons, atau laporan metodologi penuh PPI dan tidak melakukan wawancara.
Fakta dari sumber
PPI mencatat kepuasan terhadap Presiden 65,2 persen, terhadap pemerintah 65,4 persen, dan terhadap Wakil Presiden 49 persen.
ANTARA — hasil kepuasan survei PPISMRC melaporkan tingkat persetujuan terhadap Prabowo 44,5 persen dari survei 1–10 Oktober 2026 dengan 1.213 responden dan margin galat sekitar 2,9 persen; 50,8 persen responden menilai kondisi ekonomi buruk dan 43,1 persen menyebut keadaan ekonomi lebih buruk daripada setahun sebelumnya.
Reuters — hasil survei SMRCPPI mencatat elektabilitas terbuka Prabowo 31,6 persen, Dedi Mulyadi 11,4 persen, Anies Baswedan 10,1 persen, dan respon tidak tahu 25,5 persen.
Detik — elektabilitas terbuka PPISuara melaporkan angka Prabowo 34 persen pada simulasi 17 nama, 40,5 persen pada lima nama, dan 41,5 persen pada tiga nama.
Suara — simulasi daftar calon PPISMRC melaporkan Prabowo memperoleh 9,8 persen dalam simulasi semi-terbuka 24 nama, sementara Dedi Mulyadi 35,5 persen, Anies Baswedan 10,3 persen, Gibran Rakabuming Raka 8,4 persen, dan 13,9 persen belum menentukan pilihan.
SMRC — rilis resmi elektabilitas, 17 Oktober 2026SMRC menyebut 1.013 pemilik telepon genggam diwawancarai melalui telepon dengan double sampling dan 200 responden tanpa telepon genggam diwawancarai tatap muka dengan stratified multistage random sampling.
SMRC — metodologi rilis resmi
Kronologi
- 26 September–6 Oktober 2026
PPI melakukan survei tatap muka terhadap 1.200 responden di 38 provinsi dengan multistage random sampling dan margin galat sekitar 2,83 persen.
Detik dan ANTARA — metodologi PPI - 1–10 Oktober 2026
SMRC melakukan survei terhadap 1.213 responden dengan margin galat sekitar 2,9 persen.
Reuters — metodologi SMRC - 16 Oktober 2026
Reuters menerbitkan laporan hasil survei SMRC dengan tingkat persetujuan 44,5 persen.
Reuters — hasil survei SMRC - 17 Oktober 2026
SMRC menerbitkan rilis resmi elektabilitas yang mencatat Prabowo 9,8 persen dalam simulasi semi-terbuka 24 nama.
SMRC — rilis resmi elektabilitas - 18 Oktober 2026
ANTARA, Detik, dan Suara memuat hasil kepuasan dan elektabilitas dalam survei PPI.
ANTARA, Detik, dan Suara — hasil survei PPI
Yang belum dijawab sumber
- Apa teks lengkap, urutan, dan pilihan jawaban untuk pertanyaan kepuasan PPI serta persetujuan SMRC?
- Bagaimana masing-masing lembaga membobot sampel dan menangani responden yang tidak menjawab?
- Apakah PPI akan menerbitkan kuesioner dan laporan metodologi penuh agar pertanyaan terbuka 31,6 persen dapat dibandingkan secara tepat?
- Apakah kedua lembaga akan menerbitkan tabel silang agar perbedaan hasil dapat dianalisis secara sebanding?
Angka PPI dan persetujuan SMRC mula-mula diperoleh dari laporan media; angka elektabilitas serta metodologi SMRC kemudian dicocokkan dengan rilis resmi SMRC. Redaksi tidak membuka mikrodata atau laporan teknis penuh. Istilah kepuasan dan persetujuan tidak diasumsikan identik. Selisih 20,7 poin tidak ditafsirkan sebagai perubahan waktu karena periode lapangan beririsan. Angka 31,6 persen dan 9,8 persen juga tidak dikurangkan sebagai perubahan karena bentuk pertanyaan, sampel, lembaga, dan cara wawancara berbeda.
Catatan pembaruan
- 2026-10-18 — Berkas dibuat untuk memisahkan ukuran kepuasan, persetujuan, dan elektabilitas serta mencatat rincian metodologi yang belum tersedia.
- 2026-10-20 — Berkas diperbarui dengan rilis resmi SMRC tentang elektabilitas 9,8 persen dalam simulasi semi-terbuka 24 nama dan rincian cara wawancara dua subpopulasi.
Sumber tambahan terakhir diperiksa: . Cakupan cek dijelaskan di atas.
Sumber & konteks
Kompilasi laporan publik yang diperiksa pada 18 Oktober dan diperbarui 20 Oktober 2026. Angka PPI dicocokkan melalui ANTARA, Detik, dan Suara; angka persetujuan SMRC melalui Reuters; angka elektabilitas serta metodologi SMRC dicocokkan dengan rilis resmi SMRC. Redaksi tidak memperoleh mikrodata, kuesioner lengkap, rincian pembobotan, atau laporan metodologi penuh PPI dan tidak melakukan wawancara lapangan. Karena itu, artikel membatasi kesimpulan pada perbedaan ukuran, periode, sampel, dan format pertanyaan yang dapat dibaca.
- ANTARA — kepuasan kinerja pemerintah, Presiden, dan Wakil Presiden dalam survei PPI, 18 Oktober 2026
- Detik — elektabilitas terbuka dan metodologi survei PPI, 18 Oktober 2026
- Suara — simulasi tiga, lima, 17 nama, dan pertanyaan terbuka PPI, 18 Oktober 2026
- Reuters — tingkat persetujuan dan metodologi survei SMRC, 16 Oktober 2026
- SMRC — elektabilitas Prabowo dalam simulasi semi-terbuka dan metodologi survei, 17 Oktober 2026
- Wikimedia Commons — potret resmi Prabowo Subianto 2024



