Maruli–Tandyo Resmi Sertijab, Ini Bedanya dengan Pelantikan Istana
Sehari setelah dilantik Presiden, Maruli Simanjuntak dan Tandyo Budi Revita menjalani serah terima dua jabatan TNI di Cilangkap.
Pilihan berbagi lainnya

Dua jabatan berpindah dalam satu prosesi
Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menjalani serah terima jabatan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat, 16 Oktober 2026. Prosesi ini berlangsung sehari setelah keduanya dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memimpin sertijab di Ruang Hening Gedung Soedirman. Dalam rangkaian yang sama, Tandyo menyerahkan jabatan Wakil Panglima TNI kepada Maruli, sedangkan Maruli menyerahkan jabatan Kepala Staf Angkatan Darat kepada Tandyo.
Urutannya penting agar dua peristiwa tidak tercampur. Pelantikan di Istana pada 15 Oktober menetapkan Maruli sebagai Wakil Panglima TNI dan Tandyo sebagai KSAD. Sertijab pada 16 Oktober merupakan penyerahan tanggung jawab organisasi dari pejabat lama kepada pejabat baru untuk dua posisi tersebut; bukan pelantikan dua nama tambahan.
Sembilan pejabat yang dilantik sehari sebelumnya
Maruli juga dilantik sebagai Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil. Rangkap jabatan itu membuat jumlah jabatan yang diumumkan lebih banyak daripada jumlah orang. Total pejabat yang dilantik Presiden pada 15 Oktober tetap sembilan orang.
Selain dua pimpinan TNI, Presiden melantik empat wakil menteri. Yusuf Jauhari menangani Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi di Kementerian Pertahanan, sedangkan Richard Taruli Horja Tampubolon menangani Strategi, Doktrin, dan Pembangunan Kekuatan. Alim Setiawan Slamet menjadi Wakil Menteri Pertanian, dan M. Maulana Bungaran menjadi Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Tiga posisi lain berada pada badan pemerintah. Letjen TNI Kristomei Sianturi memimpin BNPB. Satyawan Pudyatmoko menjadi Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional, didampingi Mayjen TNI Sriyanto sebagai wakil kepala.
Mengapa pelantikan dan sertijab perlu dibedakan
Perbedaan tahap ini berguna saat membaca kabar pergantian pimpinan: tanggal pelantikan menandai penetapan pejabat, sedangkan tanggal sertijab menandai penyerahan jabatan di lingkungan organisasi. Keduanya berkaitan, tetapi bukan peristiwa yang identik.
Puspen TNI, sebagaimana dikutip Detik dan ANTARA, menyebut sertijab sebagai bagian dari kesinambungan kepemimpinan dan efektivitas pelaksanaan tugas. Pernyataan tersebut adalah penjelasan institusi; hasil kerja pejabat baru tetap perlu dinilai melalui kebijakan, target, dan pelaksanaannya.
Opinix menyusun pembaruan ini dari pengumuman Sekretariat Negara serta laporan Detik dan ANTARA yang mengutip keterangan Puspen TNI. Redaksi tidak menghadiri upacara dan tidak melakukan wawancara langsung. Foto yang tampil adalah potret resmi Presiden Prabowo tahun 2024, bukan dokumentasi pelantikan atau sertijab.
Sumber & konteks
Kompilasi sumber terbuka, bukan liputan langsung atau wawancara. Rincian sertijab berasal dari dua media yang mengutip keterangan Puspen TNI; pengangkatan sehari sebelumnya dicocokkan dengan Sekretariat Negara. Pernyataan institusi bukan bukti hasil kerja. Foto arsip diberi keterangan terpisah.
- Detik — Panglima TNI pimpin sertijab Wapang TNI dan KSAD, 16 Oktober 2026
- ANTARA — Maruli serahkan jabatan KSAD kepada Tandyo, 16 Oktober 2026
- Sekretariat Negara — empat wakil menteri dilantik, 15 Oktober 2026
- Sekretariat Negara — pimpinan BNPB dan BPGMN, 15 Oktober 2026
- Sekretariat Negara — pelantikan Maruli sebagai Wapang TNI, 15 Oktober 2026
- Sekretariat Negara — pelantikan KSAD Tandyo, 15 Oktober 2026
- IPB University — profil dan pelantikan Alim Setiawan Slamet, 15 Oktober 2026
- JDIH Bappenas — catatan advokat M. Maulana Bungaran
- Sekretariat Negara — susunan Pansel calon anggota KY 2025–2030
- Foto arsip — sumber, pembuat, dan hak penggunaan
- Status/lisensi foto




