Langsung ke isi
Sabtu, 7 November 2026 · Edisi NasionalRedaksi · Pedoman · Koreksi
BERITA. KONTEKS. PERSPEKTIF.
Wisata

Penglipuran Bukan Sekadar Latar Foto, Ada Kehidupan Warga di Baliknya

Desa Penglipuran. CrafterPremier / Wikimedia Commons • CC BY-SA 4.0. Tampilan foto dipotong.
Desa Penglipuran. CrafterPremier / Wikimedia Commons • CC BY-SA 4.0. Tampilan foto dipotong.

Penglipuran di Bangli, Bali, tidak hanya menawarkan pemandangan desa. Profil Indonesia Travel menjelaskan pengelolaan wisata berbasis masyarakat, dengan warga terlibat dalam kerajinan, kuliner, penginapan, dan pemanduan. Sumber menyebut pendekatan tersebut sebagai “community-based tourism”.

Angkul-angkul, dapur Bali, dan bale saka enam merupakan bagian arsitektur yang dikenalkan. Bangunan dan pekarangan itu berada dalam lingkungan kehidupan, bukan sekadar latar foto.

Bagi pengunjung baru, mengenali perbedaan ruang kunjungan dan ruang pribadi membantu membangun pertemuan yang nyaman. Meminta izin sebelum masuk atau memotret pekarangan merupakan bentuk menghormati tuan rumah.

Tulisan ini bersumber pada profil destinasi, bukan kunjungan langsung Opinix. Informasi layanan terbaru perlu dikonfirmasi sebelum perjalanan.

Sumber & konteks

Naskah pertama kali diterbitkan 08/10/2026. Tanggal peristiwa atau sumber disebutkan di dalam tulisan. Sumber diperiksa kembali sebelum publikasi; bukan liputan lapangan Opinix. Foto arsip dipakai sebagai konteks, dengan kredit dan lisensi yang ditautkan.

Ada yang keliru di berita ini? Kirim koreksi ke redaksi. Kami memperbaiki dan mencatat setiap koreksi.